Jumat, 09 September 2011

Riedl: FIFA Akan Bela Saya, Pekan Ini Putusan

Riedl: FIFA Akan Bela Saya, Pekan Ini Putusan

Alfred Riedl mengaku sangat optimistis memenangkan kasus pemecatan sepihak oleh PSSI.

Kamis, 8 September 2011, 18:11 WIB
Edwan Ruriansyah, Haryanto Tri Wibowo
Alfred Riedl (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
VIVAnews - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mengaku sangat optimistis memenangkan kasus pemecatan sepihak oleh PSSI. Ia yakin akan mendapatkan dukungan dari FIFA.

"FIFA pasti akan mengeluarkan keputusan yang tepat. Mereka akan membantu saya," kata Riedl kepada VIVAnews.
Riedl mengadukan kasus pemecatan sepihak yang dilakukan PSSI ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) pada pertengahan Agustus lalu. Kubu FIFA juga telah menyurati PSSI soal kasus ini meski belum mendapatkan balasan.

Pelatih asal Austria ini dipecat oleh PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin pada 13 Juli 2011 meski masih menyisakan kontrak sampai 6 Mei 2012. Sejak saat itu, posisinya di Timnas digantikan oleh pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen.

"Kasus saya dengan PSSI masih dalam pembahasan FIFA. FIFA segera mengeluarkan keputusan, mungkin dalam pekan-pekan ini," lanjut pria 61 tahun ini.
Sebelum Riedl mengadu ke FIFA pada 12 Agustus lalu, PSSI sempat mengajaknya bertemu. Tapi, setelah itu, Riedl mengaku tak pernah menggelar pertemuan kembali dengan PSSI. "Hanya ada satu pertemuan dengan PSSI. Itu setelah dua pekan pemecatan saya."

Sementara itu, pihak PSSI masih akan membicarakan kompensasi kontrak Riedl. Pihak PSSI mengakui bahwa belum mencapai titik temu dengan Riedl.

“Kita akan bicarakan karena dulu karena kita tak jadi panggil ia. Ternyata ia sudah berangkat ke Austria. Saya akan meminta pihak Timnas untuk membicarakan kembali,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa 6 September 2011. (sj)
• VIVAnews

Kamis, 08 September 2011

Alasan Gonzales Tinggalkan Persib.


Ini Alasan Gonzales Tinggalkan Persib.
Eva Nurida Siregar (Istri & juga manajer Gonzales): Saya enggak mau bilang persentasenya. Tapi setelah saya saring, dari beberapa klub yang sudah mengontak, memang Persisam yang paling menghargai profesionalitas dan keluarga suami saya.
Kami sudah lama menunggu (kepastian dari Persib). Kalau tak ada kabar juga ya, kami harus ambil keputusan. Apalagi buat sekolah anak-anak harus segera ada kejelasan di mana nanti Papanya (Gonzales) akan main.
Yang jelas saya dan anak-anak, sih, selalu siap mengikuti di mana pun Cristian main.

Titus siap dimainikan bersama Beto dan Boaz



Kembalinya Alberto Goncalves (Beto) ke tim Persipura Jayapura disambut baik oleh penyerang Titus Bonay, dan pemain Timnas U-23 itu mengatakan siap dimainkan bersama dia dan Boas Solossa jika dibutuhkan tim.

"Saya siap dimainkan bersama Beto dan Boaz jika memag dibutuhkan. Semoga kami bisa membawa Persipura meraih hasil yang lebih baik lagi dimusim depan," katanya Sabtu.

Titus Bonay juga berharap, dengan kembalinya Beto akan menambah kekuatan lini depan Persipura. Mengingat, Beto tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan karate permainan Persipura karena dia pernah memperkuat tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu selama dua musim.

"Saya juga tidak merasa tersaingi dengan kembalinya Beto. Bagi saya kekompakan dan kerjasa sama tim lebih utama dari kepentingan pribadi. Kepentingan tim adalah segala-galanya," ujarnya.

Menurutnya, ia justru sangat berterima kasih kepada manajemen dan pelatih Persipura yang kembali mererut Beto, apalagi kualitas pemain asal Brazil itu sudah tak diragukan lagi.

"Saya rasa semua juga tahu seperti apa kemampuan Beto, jadi kita tidak perlu ragu akan

kualitasnya. Kami akan bersama-sama memberikan yang terbaik bagi tim ini," ucapnya.

Titus Bonay berjanji, ia dan rekan-rekannya akan berusah semaksimal mungkin untuk mempertahankan gelar Liga Super Indonesia (LSI) yang telah diraih Persipura pada kompetisi musim depan.

"Kami akan berusaha semampu kami untuk meraih gelar LSI ke-4 kalinya dimusim depan. Namun, semua kita serahkan kembali kepada Tuhan, kita hanya bisa berusaha Tuhanlah yang menentukan," tandas Titus Bonay.

Dengan bergabung Beto di tim Persipura, maka lini depan tim berjuluk Mutiara Hitam itu kian solid, karena sebelumnya sudah ada nama Boas Sollosa, Titus Bonay, yustinus Pae, dan striker masa depan Persipura, Lukas Mandowen serta Rahmat Rivai.

Jacksen Tiago: Arbil SC Produktif Di Luar Kandang



Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago menilai, Arbil Sport Club (Arbil SC) yang akan jadi lawan mereka dibabak delapan besar Asian Football Confederation (AFC) adalah tim yang berbahaya saat bermain diluar kandang.

“Saya amati mereka justru lebih berbahaya saat bermain di luar kandang. Dibabak penyisihan lalu, setiap bermain di kandang, mereka kesulitan untuk memenangkan pertandingan. Bahkan mereka pernah draw 2 kali. Namun mereka justru menyapu bersih semua laga di luar kandang,” kata Jacksen F Tiago, Jumat 19 Agustus.

Namun menurutnya, presetasi calon lawan di AFC sebenarnya hanyalah jadi peringatan bagi skuad asuhannya agar mempersiapkan diri lebih baik. Untuk itu Persipura perlu kerja keras dan melakukan persiapan yang matang. Jacksen juga mangaku telah mengantongi kekuatan tim Arbil SC.

“Setiap hari saya menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam untuk mencari susunan kekuatan lawan selama babak penyisihan. Mulai dari pemain yang selalu mencetak gol, yang kena kartu, hingga yang aktif dalam memberi umpan. Hal seperti itu terus saya ikuti. Sudah ada sedikit gambaran mengenai konsep bermain mereka,” ujarnya.

Meski demikian, Persipura tidak gentar menghadapi tim asal Irak tersebut. Bagi Jacksen F Tiago, lawan boleh saja memiliki beberapa kelebihan. Tetapi tujuan ‘Mutiara Hitam’ juga adalah menyingkirkan Arbil SC agar bisa lolos ke babak selanjutnya. “Semoga dengan persiapan yang baik dan pengamatan kami tim pelatih tentang lawan dan apa yang akan kami terapkan nanti bisa dijalankan pemain dengan baik.” tegas Jacksen.

“Syukur kalau mereka bisa bertandingan sesuai dengan pengamatan kami selama ini. supaya kami benar-benar siap dan memanfaatkan moment di kandang dan memberi kesulitan kepada lawan saat menghadapi mereka di kandangnya sendiri,” tandas Jacksen F Tiago. (J/09)

Ricardo Salampessy: Persipura Lolos Semifinal AFC

Pemain belakang Tim Sepak Bola Persipura Jayapura, Richardo Salampessy, optimistis tim yang dibelanya itu bisa lolos ke babak semifinal Asian Football Confederation (AFC).

"Keberhasilan kami menjuarai kompetisi Liga Super Indonesia(LSI) musim ini menjadi modal berharga untuk berlaga di babak delapan besar AFC, September 2011. Saya yakin kami bisa melewati fase perdelapan final dan lolos ke empat besar," kata Richardo Salampessy, Senin.

Menurut pemain yang baru saja memperkuat Tim Nasional Indoensia saat mengalahkan Turkmenistan pekan lalu (28/7), gelar juara LSI yang diraih Persipura musim ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi tim asuhan Jacksen F Tiago itu untuk membuktikan diri bahwa mereka bisa berprestasi di level Asia.

"Saya yakin kami bisa berbicara banyak di AFC. Sejauh ini kami telah melaju hingga babak perempat final, jadi kami akan berjuang semaksimal mungkin agar bisa ke babak berikutnya," terangnya.

Dikatakan Richardo Salampessy, sejauh ini para pemain Persipura memang belum tahu seperti apa kekuatan lawan yang akan mereka hadapi. Namun ia yakin pelatih Jacksen F Tiago sudah punya catatan mengenai kelebihan dan kekurangan tim lawan.

"Saya yakin pelatih pasti sudah tahu akan hal itu. Setelah undian babak delapan besar dilakukan, tentu pelatih sudah mulai mencari tahu seperti apa lawan yang akan kami hadapi nanti," ujarnya.

Meski masih buta akan kekuatan lawan, Ricardo Salampessy yang juga mantan pemain Pra PON Papua 2004 itu yakin dengan materi pemain yang ada saat ini Persipura bisa meraih hasil positif.

"Saya tidak ragu akan kemampuan tim kami. Karena selama ini kami selalu bisa lewati masa-masa sulit secara bersama-sama. Kekompakan dan kekeluargaan yang ada dalam Tim Persipura, membuat kami selalu bisa mengatasi setiap rintangan yang ada," tuturnya.

Pada babak delapan AFC yang akan digelar September mendatang, lawan yang akan dihadapi Persipura adalah tim asal Irak, Arbil Sport Club.

Di laga perdana, 13 September, Boaz Solossa dkk akan bermain sebagai tuan rumah. Selanjutnya, 27 September giliran tim berjuluk "Mutiara Hitam" yang bertandang ke kandang Arbil SC.

Profil Arbil FC, Lawan Persipura di AFC

Arbil Sports Club (Arbil SC) adalah klub olahraga yang berbasis di kota Arbil, Irak. Klub olahraga ini juga dikenal dengan sebutan Hewlêr, dalam bahasa Kurdi. Selain Sepak Bola, klub olahraga Arbil juga memiliki klub volly, bola tangan, badminton dan beberapa cabang olahraga outdor lainnya. Klub ini sendiri berdiri sejak tahun 1968. Dan hingga saat ini, Arbil FC (klub sepakbola Arbil SC) adalah tim Irak-Kurdi pertama yang lolos ke Liga Champions Asia dan Liga Champions Arab. Tahun 2009 mereka telah ambil bagian di Piala AFC untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka bersama Al-Zawraa. Arbil FC juga merupakan tim pertama Irak yang menggunakan jasa pemain dari luar Irak.

Selama mengikuti Liga Primer Irak, sudah tiga kali secara berturut-turut Arbil FC memenangkan gelar liga Primer Irak sejak tahun 2007. Saat itu, Arbil FC menjadi juara Liga Premier Irak setelah mengalahkan Al-Quwa Al-Jawiya (1-0) dalam pertandingan final pada Jumat, 6 Juli, 2007. Pada tanggal 24 Agustus 2008 Arbil mempertahankan status mereka sebagai juara Liga Irak Primer dengan kemenangan yang pantas atas klub dari Baghdad, Al-Zawraa. Ditahun 2009, tanggal 16 Juli, Arbil menjadi juara liga Super Irak untuk tahun ketiga berturut-turut setelah mengalahkan Najaf FC. Secara keseluruhan Arbil FC adalah tim ke 9 yang pernah memenangkan Liga Primer Irak.

Dalam memainkan laga homenya, Arbil FC selalu bermain di Franso Hariri Stadion. Sebuah stadion multi guna di Irak. Stadion ini berkapasitas 28.000 penonton yang membuat stadion yang dibangun pada tahun 1992 ini menjadi terbesar kedua di Irak setelah Al Shaab di Baghdad. Stadion ini dinamakan Franso Hariri Stadion untuk mengingat Franso Toma Hariri, seorang politikus Partai Demokrat Kurdistan Irak dan anggota Majelis Nasional Irak Kurdistan yang dibunuh pada tanggal 18 Februari 2001. Pada bulan Juli, 2009 Franso Hariri Stadion menjadi kandang Tim nasional Irak setelah lampu hijau dari AFC dan sekaligus kandang klub Arbil FC untuk laga internasional.

Arbil FC di Liga Irak
Arbil FC berpartisipasi pertama kali di Liga Primer Irak pada musim 2000-2001. Pada musim itu Arbil FC finish di posisi 12. Musim berikutnya, Arbil FC menempati peringkat ke 6 di akhir musim. Tahun 2003-2004, Liga Primer Irak harus dihentikan karena perang yang melanda negeri tersebut. Liga Primer Irak dilanjutkan kembali pada musim 2004-2005 namun dalam format kompetisi yang berbeda dari format liga sebelumnya. Kompetisi dilakukan dalam beberapa putaran dan dilanjutkan dengan sistem gugur. Arbil FC tampaknya cocok dengan sistem seperti ini. Sebab pada musim pertama format ini digunakan, Arbil FC memang hanya sampai pada babak kedua. Tapi musim selanjutnya, Arbil FC menempati posisi ketiga di akhir kompetisi. Tiga musim berikutnya hingga musim 2008-2009, Arbil FC malah menjadi juara kompetisi tersebut secara berturut-turut.

Format kompetisi kembali berubah pada musim 2008-2009. 36 klub dibagi menjadi dua kelompok (Utara, dan Selatan) yang terdiri dari 18 tim. 5 klub penghuni klasemen paling bawah dari masing-masing grup akan terdegradasi. Sedangkan 6 klub teratas dari masing-masing grup akan bertarung babak selanjutnya yang dibagi dalam 3 grup.

Pada musim 2009-2010, Arbil FC hanya menempati peringkat IV. Walaupun menjadi juara grup di babak elit, namun dibabak semifinal Arbil FC dikalahkan oleh Al-Talaba FC dengan agregat 0-1. Satu-satunya gol yang dicetak oleh Al-Talaba justru terjadi di kandang Arbil FC. Dalam perebutan tempat ketiga, Arbil FC mengalami kekalahan 2-1 dari Al-Zawraa. Sementara juara Liga Primer Irak musim ini adalah klub Duhok.

Musim 2010-2011, Arbil menghuni puncak klasemen Grup A Liga Primer Irak (Liga Premier Irak dibagi menjadi dua grup dimana masing-masing grup dihuni 14 tim, dua tim teratas masing-masing grup lolos ke semifinal). Dari 20 pertandingan yang mereka lakoni musim ini, Arbil baru menerima tiga kali kekalahan.

Saat ini Arbil tidak memiliki satu pun pemain asing, meski demikian Arbil banyak menyumbangkan pemain untuk tim nasional Irak, jadi kekuatan klub yang pernah menjadi mewakili timnas Irak di King’s Cup 2007 ini bukanlah tim sembarangan. Beberapa pemain Arbil saat ini juga merupakan anggota skuad tim nasional Irak ketika menjuarai Piala Asia 2007 di Jakarta diantaranya adalah Luay Salah (kapten tim Arbil saat ini), Haidar Abdul Amir, Mahdi Karim dan penjaga gawang Mohammed Gassid. Pada skuad timnas Irak ketika menghadapi Piala Asia 2011 awal tahun ini, beberapa nama pemain Arbil menghiasi daftar pemain timnas Irak, sebut saja Saad Abdul Amir dan Saad Attiya Hafidh.

Top Score Arbil FC selama musim 2009-2010 adalah Muslim Mubarak Almas. Pemain berusia 26 tahun ini mencetak 13 gol selama kompetisi 2009-2010 berlangsung dan menempatkan dirinya di posisi ke tujuh dalam daftar pencetak gol di Liga Primer Irak. Mubarak tercatat sebagai pemain Tim Nasional Irak, mulai Tim Nasional Irak 19 tahun hingga Tim Nasional Senior Irak. Pemain bernomor punggung 10 ini mengawali karirnya di klub Al-Minaa. Ia kemudian direkrut oleh klub Al-Zawraa pada tahun 2004 dan bermain untuk klub tersebut hingga tahun 2007 sebelum pindah ke Arbil FC. Tahun 2009, ia sempat pindah ke klub Iran, Rah Ahan namun kembali lagi ke Arbil FC hingga saat ini.

Mubarak dikenal publik Irak sebagai penyerang yang sangat berbahaya karena kejeliannya memanfaatkan kesalahan sektor pertahanan lawan. Ia dengan cepat akan menghukum tim lawan jika kesalahan sektor pertahanan tidak cepat diantisipasi. Tim dari Oman, Al Arouba mendapatkan hukuman dari Mubarak yang membuat mental mereka runtuh dan akhirnya dihajar lima gol tanpa balas di kandang sendiri dalam laga AFC. Adalah Mubarak yang membuka skor di menit ketiga babak pertama setelah melancarkan beberapa serangan cepat ke pertahanan Al Arouba. Serangan Mubarak ini membuat pemain Al Arouba panik dan membuat kasalahan sehingga dimanfaatkan oleh Mubarak. Kepanikan Al Arouba terus berlanjut hingga membuat pemainnya melakukan gol bunuh diri. Mubarak sendiri mencetak satu gol lagi di masa injuri time.

Selain Mubarak, penyerang Arbil FC yang harus diwaspadai tim lawan adalah Mustafa Ahmad Abdul-Amir. Striker berusia 20 tahun ini adalah anggota Tim Nasional Irak sejak tahun 2010. Sebelumnya, Mustafa bermain untuk klub terkenal Irak lainnya, Al-Zawraa. Meski tidak terlalu dominan di Liga Primer Irak, Mustafa yang bernomor punggung 23 ini, sanggup mengimbangi seniornya, Mubarak, selama laga AFC yang dijalani Arbil FC. Ia mencetak empat gol selama fase grup AFC.

Arbil FC di AFC Cup
Penampilan Arbil FC di ajang AFC Cup cukup unik. Pada fase grup tim Irak ini hanya menang satu kali di kandangnya sendiri dengan skor 6 - 2 atas klub Libya, Al-Ahed FC. Tiga kemenangan lainnya dari total empat kemenangan Arbil FC justru dibuat dikandang lawan. Dua pertandingan justru berakhir dengan skor yang sangat mencolok. Laga perdana Arbil FC di AFC dimenangkan oleh klub Irak ini di kandang Al Ahed FC dengan skor 2-1. Laga kedua melawan Al Karamah, klub dari Suriah, yang dilangsungkan di kandang Arbil hanya berakhir imbang 1-1. Laga ketiga, juga dikandang Arbil, bahkan tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim, Arbil FC dan Al Arouba, klub dari Oman. Laga keempat di kandang Al Arouba, Arbil FC menang besar dengan 5 gol tanpa balas atas klub Oman ini. Pada laga kelima yang dimainkan di kandang Arbil FC, klub Irak ini akhirnya meraih kemenangan dikandang sendiri atas klub Libya, Al Ahed dengan skor 6-2. Di laga terakhir, Arbil FC menghempaskan klub Suriah, Al Karamah di kandang mereka sendiri dengan skor 3-0.

Di babak Knock Out, Arbil FC bahkan harus bersusah payah mengalahkan Wakil Singapura, Tampines Rovers, walaupun bermain di kandang mereka sendiri. Kedua tim bermain imbang tampa gol selama 2x45 menit. Adalah Muslim Mubarak Almas, top score Arbil FC, yang dimasukkan sebagai pemain pengganti yang mencetak gol pada menit ke 94 untuk menghantarkan Arbil FC ke perempatfinal.

Produktivitas gol dan kuatnya lini pertahanan jadi andalan Arbil FC dalam ajang AFC. Mereka mencetak 18 gol selama menjalani laga AFC musim ini dan hanya kebobolan 4 gol. 10 gol bahkan mereka cetak di kandang lawan. Statistik ini sekaligus menunjukkan bahwa Arbil FC adalah sebuah tim yang punya mental tangguh dan militan di kandang lawan. Pengalaman pemain-pemain mereka yang sempat bertarung mewakili tim nasional Irak saat menjuarai AFC Cup 2007 dan saat Piala Konfederasi 2009 lalu tentunya menjadi kekuatan tersendiri. Meski demikian, Arbil FC bukan tanpa kelemahan, salah satunya adalah kiper nomor satu mereka Mohammed Gassid yang sudah dua kali mendapat kartu kuning karena pelanggaran yang tidak perlu ia lakukan. (J/01)

Enam Laga terakhir Arbil FC

10.08.2011 Dohuk FC 1-0 Arbil FC
07.08.2011 Ramadi FC 2-5 Arbil FC
04.08.2011 Karkh SC 1-1 Arbil FC
27.06.2011 Mosul FC 2-2 Arbil FC
13.06.2011 Arbil FC 3-0 Naft SC Baghdad
08.06.2011 Arbil FC 2-1 Dohuk FC

Arbil FC Belum Kasih Kepastian Datang Di Jayapura , Persipura Bingung



Persipura Jayapura bingung menghadapi Arbil FC jelang laga keduanya pada leg pertama piala Asian Football Confederation di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, 13 September 2011
“Bingung di sini bukan soal nanti di lapangan, tapi terhadap keputusan mereka untuk datang ke Jayapura atau tidak, soalnya setiap kali kita hubungi, mereka cuma bilang nanti,” kata Ketua Harian Persipura, La Sya, Sabtu 3 September 2011. Ia mengatakan, sampai saat ini Persipura belum mendapatkan kepastian dari Arbil, klub asal Irak, untuk kedatangannya di Papua. “Kita masih terus berkomunikasi dengan mereka, hanya saja belum ada keputusan datangnya kapan,” ujarnya. Menurut Sya, ketika beberapa waktu lalu menghadapi East Bengal dari India yang berakhir 4-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Persipura tidak menemui kesulitan untuk mendatangkan lawan. Begitu pula saat menjamu tim kuat Hongkong, South China di Stadion Mandala Jayapura, 3 Mei pada macthday kelima AFC. “Kita masih menunggu, karena keputusan untuk datang itu paling kurang harus seminggu sebelum bermain,” ucapnya. Sementara itu untuk persiapan pemain, Persipura secara rutin melakukan latihan dalam beberapa pekan terakhir. Tim Mutiara Hitam juga menggelar laga uji coba, misalnya dengan melawan tim Universitas Cenderawasih yang berakhir 7-0 di Stadion Mandala, Rabu 24 Agustus 2011.
Pemain muda Persipura seperti Marco Kabiay dan Moses Banggo lebih banyak diturunkan untuk mengetahui kemampuan mereka. “Kita maksimalkan, itu juga untuk menguji mereka,” kata Jacksen Tiago, pelatih Persipura.
Sekurangnya ada enam pemain muda skuad Merah Hitam yang dipersiapkan pada laga-laga besar. Di antaranya, Marko Kabiay, David Laly, Cristian Uron, Moses Banggo, Yohanes Tjoe dan Lukas Mandowen. “Laga sebenarnya akan sangat sulit, kita akan butuh Boaz juga Hamka Hamza yang sementara berada di timnas,” pungkasnya. JERRY OMONA

Persipura Carter Merpati untuk Arbil FC



Persipura Jayapura harus mencarter pesawat milik maskapai penerbangan Merpati Airlines untuk mendatangkan Arbil FC, klub asal Irak. Persipura bertarung dengan Arbil di leg pertama Piala AFC (Asian Football Confederation), di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa, 13 September 2011.


Arbil yang terbang dari Irak, mendarat di Jakarta pada 10 September 2011. Penerbangan Kemudian dilanjutkan ke Jayapura melalui Makassar. “Mereka sudah siap datang, hanya saja kepastian tiba jam berapa di Jayapura belum kita dapat,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Benhur Tommy Mano, Kamis, 8 September 2011.


Tiket pertandingan Arbil vs Persipura dijual dengan harga Rp 1 juta untuk kelas VVIP dan terendah Rp 20 ribu untuk non seat. Dalam lawatan kali ini, Arbil memboyong 44 personil terdiri dari pemain, official, termasuk sporter khusus.


“Tapi dalam tanggungan kami hanya 26 orang saja, selebihnya menjadi tanggung jawab mereka, 26 orang itu yakni pemain dan official,” kata Ketua Harian Persipura, La Sya. Arbil memiliki waktu recovery yang terbatas.


“Kalau mereka sampai di Papua tanggal 11 September, mereka hanya punya satu hari untuk latihan, itu tidak cukup, tapi bukan salah kami, karena mereka sendiri yang datangnya telat,” kata Sya.


Sejumlah pilar Arbil merupakan bagian dari tim nasional Irak. Di antaranya Saad Abdul Amir dan Saad Attiya Hafidh. Kapten Arbil adalah Luay Salah. Sementara top scorer mereka, Mubarak Almas memiliki segudang pengalaman sejak dari Al-Minaa. Ia sempat direkrut Al-Zawraa pada tahun 2004 namun kemudian hengkang ke Arbil FC pada 2007.

Titus Bonay, penyerang Persipura mengatakan, menghadapi pemain Arbil yang berpostur tinggi, ia dan rekan setim tak gentar. “Kami sudah pernah bermain melawan tim yang tubuhnya tinggi, kami tidak takut,” katanya.


Bonay, Boaz Salossa dan Alberto Goncalves dipastikan akan mengisi lini depan Mutiara Hitam dalam pertarungan nanti. Sementara Zah Rahan ataupun Gerald Pangkali memperkuat barisan tengah. Garis belakang tetap dijaga Viktor Iqbonefo ataupun Ortizan Salossa. “Saya siap bermain, yang penting jaga kekompakan tim,” ujar Bonay.

Nasib Wim Dievaluasi Pekan Depan



Posisi pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen akan dievaluasi pekan depan, seperti ditegaskan penanggungjawab timnas Indonesia, Brigjen Benhard Limbong, ketika dihubungi Kamis siang.
“Minggu depan kami akan melakukan rapat evaluasi degan pengurus PSSI untuk membahas kinerja Wim Rijsbergen hingga saat ini. Tapi apakah hasilnya nanti kita lihat saja,” kata Limbong yang juga Ketua Komite Disiplin PSSI.
Menurut Jenderal TNI AD bintang satu ini, kekalahan timnas di tangan Bahrain sudah pasti membuat kecewa semua pihak.
“Saya rasa wajar saja jika pemain dan pelatih emosi, tapi ingatlah, bahwa hati boleh panas kepala tetap dingin. Saya jamin tidak akan ada niatan mogok dari pemain itu,” jelasnya.
Salah satu agenda rapat evaluasi minggu depan dijelaskan Bernhard Limbong adalah memberi masukan kepada Wim Rijsbergen untuk ke depannya lebih baik lagi.
“Jika dalam evaluasi nanti tetap mempertahankan Wim, tentu akan ada beberapa syarat yang harus dilaksanakan oleh Wim, diantaranya silahkan melakukan tambal sulam kepada timnas senior,” jelas Bernhard Limbong.[tb/lur]

SFC Bidik M Nasuha


Sriwijaya FC membidik pemain serba bisa M Nasuha untuk untuk melengkapi skuad asuhan Kas Hartadi untuk musim kompetisi 2011/2012.

"Nasuha pemain yang tepat untuk mengatasi beberapa posisi yang lowong. Sejauh ini komunikasi terus kita lakukan," kata Kas Hartadi, Minggu (14/8/2011).
Menurut Kas, Nasuha pemain berkualitas karena bisa memainkan dua posisi dengan baik. Dia bisa beroperasi sebagai gelandang serang kiri dan bisa pula menjadi bek sayap kiri.
"Dua posisi itu bisa dia jalankan dengan baik," ulas Kas.
Bagaimana peluang SFC? Sebab dipastikan Persija akan mempertahankan Nasuha yang tampil impresif musim lalu baik bersama Persija atau Timnas
"Sejauh ini negosiasi berjalan lancar, dia berminat dan tinggal negosiasi berapa kesepakatannya (kontrak) dengan manajemen," jelas Kas.

PSSI Beri Waktu Persija, Arema & Persebaya

PSSI Beri Waktu Persija, Arema & Persebaya

Thursday, August 25, 2011

SSI memilih lepas tangan menghadapi konflik internal yang menimpa beberapa klub yang akan tampil di liga profesional 2011/2012. PSSI hanya memberi waktu bagi klub-klub tersebut untuk menyelesaikan masalahnya.

Saat ini ada beberapa klub yang mengalami dualisme kepengurusan, seperti Arema Indonesia, Persebaya , dan Persija. Permasalahan bahkan belum selesai hingga PSSI mengumumkan hasil verifikasi, Kamis, 25 Agustus 2011.

"Untuk Persija, kami sudah mempertemukan kedua pihak (23 Agustus 2011) dan kami berikan waktu menyelesaikan secara internal," ujar Sihar dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta sore tadi.

"Sedangkan Arema, kedua belah pihak kami undang untuk pertemuan besok (Jumat, 26 Agustus 2011) sore, dengan membawa data terkini," ujar pria asal Medan tersebut.

Konflik internal saat ini memang sedang menimpa Arema. Pasalnya, ada dua kubu yang sama-sama mendaftarkan diri ke PSSI dengan menggunakan nama PT Arema Indonesia.

Nasib yang tak jauh beda juga dialami oleh Persija Jakarta. Ada dua perusahaan yang sama-sama mengaku sebagai payung hukum Persija, yakni PT Persija Jaya dan PT Persija Jaya Jakarta. Kedua kubu telah dimediasi oleh PSSI di kantornya, Senayan, Selasa, 23 Agustus 2011.

Sementara itu, PSSI akan mengirimkan hasil verifikasi ke AFC sesuai batas waktu, pada 3 September mendatang. Dua hari kemudian, PSSI dijadwalkan menyambangi markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, guna mendiskusikan solusi masalah ketiga klub tersebut.

Sementara itu, status badan hukum Semen Padang dan Persipura Jayapura sampai saat ini masih bermasalah. Pasalnya, perusahaan yang menjadi badan hukum masing-masing klub ini belum mendapat pengesahaan Kemenhukam.

"Sudah ada surat pengantar dari kemenhukam dan 1-2 hari setelah lebaran (30-31 Agustus), kami harap sudah ada pengesahan dari kemenhukam," pungkas Sihar.

Persija, Arema, Semen Padang, Persebaya, Persipura merupakan calon peserta liga profesional level I 2011-2012. Level ini akan dihuni 34 tim yang dibagi dalam 2 wilayah dan akan digulirkan mulai 14 Oktober 2011. (sj)

RESMI : Dejan Glusevic Latih Persija

Setelah sempat terkatung-katung, Persija Jakarta akhirnya mendapatkan pelatih. Tim berjuluk "Macan Kemayoran" itu resmi menunjuk pelatih asal Serbia Montenegro, Dejan Glusevic.
"Secara lisan sudah deal. Namun, dia belum tanda tangan kontrak karena sedang di Korea Selatan untuk mendampingi tim junior Singapura di Korea Selatan," kata Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, Kamis (8/9/2011).
Ferry mengatakan, kontrak tersebut berlaku selama dua tahun. Pelatih baru akan diperkenalkan kepada publik pada 20 September 2011.
Atsmosfer kompetisi Indonesia sendiri bukan hal baru bagi Dejan. Dia pernah membela Bandung Raya dan Pelita Jaya.
"Kami memilih dia karena sukses membentuk tim junior Singapura. Apalagi, skuad kami didominasi pemain muda pada musim depan," kata Ferry, yang pernah menjabat Komite Eksekutif PSSI.

Rest In Peace : LPI



Setelah berjalan sekitar enam bulan, Liga Primer Indonesia (LPI) akhirnya benar-benar dihentikan. Liga yang baru menuntaskan putaran pertama tersebut harus terhenti lebih dini karena PSSI menentukan format baru kompetisi di Indonesia.

Sebuah format yang intinya mengawali kompetisi dari nol, dengan melakukan penyaringan terhadap klub yang dinilai profesional. Babak baru persepakbolaan Indonesia ini secara otomatis juga menghapus putaran kedua LPI yang sedianya digelar pertengahan September mendatang.

LPi rela mati karena misi yang dibidik liga yang diprakarsai Arifin Panigoro ini telah menembus sasaran. Perubahan adalah landasan berdirinya LPI yang pertama kali mempertandingan Persema Malang kontra Solo FC di Solo pada 8 Januari 2011.

Perubahan terhadap status quo alias rezim Nurdin Halid yang dianggap ketinggalan zaman dalam menjalankan roda sepakbola nasional. LPI dibentuk sebagai daya tawar kepada insan bola, mungkin juga luapan kekecewaan, dengan visi menciptakan iklim kompetisi yang lebih modern.

Harus diakui LPI mempunyai daya rusak yang dahsyat, yakni terhadap tatanan di bawah kendali status quo. Hanya butuh waktu enam bulan saja efeknya sudah berhasil meluluh-lantakkan organisasi yang selalu memunculkan tokoh itu-itu saja di tiap periode kepengurusannya.

Benih yang ditanam Arifin Panigoro dengan modal tak terbatas, akhirnya berbuah tanpa menunggu lama. Bukan saja mengubah wajah kompetisi, tapi sekaligus mengubah wajah orang-orang yang mengendalikan PSSI.

Terpilihnya Djohar Arifin Husin dianggap sebagai kemenangan LPI. Memang, Djohar adalah tokoh yang diusung orang-orang LPI saat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 9 Juli silam dan saat ini sepak terjangnya tak bisa dilepaskan dari sosok Arifin Panigoro.

Kemenangan LPI dalam 'mengakuisisi' PSSI tampaknya jauh lebih bernilai dibanding harga sebuah kompetisi LPI itu sendiri. Biar pun kompetisi harus putus di pertengahan musim, terlihat jelas itu bukan sebuah masalah besar.

"LPI ada memang untuk membuat perubahan di sepakbola Indonesia. Sistem kompetisi yang modern dan profesional jauh bernilai dan kami sama sekali tak keberatan LPI harus dihentikan. Bakal ada kompetisi baru yang lebih hebat," cetus Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar.

Persebaya 1927 sendiri sebenarnya mempertaruhkan gengsi dalam keikutsertaan di LPI. Tim asuhan Aji Santoso memang finish di posisi teratas LPI putaran pertama. Namun untuk menyebut sebagai juara juga masih sulit karena putaran kompetisi belum 180 derajat.

Itu pun tak jadi soal. Bagi Saleh, mengubah wajah sepakbola nasional ke arah yang lebih maju dianggap lebih penting dari gelar juara. Separuh juara tepatnya. Persebaya yang sudah bosan menjadi anak tiri Nurdin Halid semasa ikut ISL, dengan sukarela menyandang predikat 'separuh juara'.

Kompetisi yang diikuti 19 klub tersebut secara umum sebenarnya belum mendapatkan tempat yang istimewa dalam benak pecinta sepakbola. Maklum, kompetisi beserta klub peserta disiapkan secara instant dan malah terlihat dipaksakan.

Pemain lokal yang berlaga di LPI hanyalah pemain 'antah berantah' yang sebenarnya belum teruji di kompetisi level atas. Untuk menambah gereget, kompetisi ini mulai memperkenalkan istilah marquee player atau pemain bintang, salah satunya mantan pemain Aston Villa Lee Hendrie yang sempat berkostum Bandung FC.

Kalau ada pemain lokal yang berkualitas, itu masih bisa dihitung dengan jari. Biasanya pemain lokal yang mumpuni masih dimiliki klub yang notabene bekas ISL, seperti Persema Malang, Persebaya 1927, atau PSM Makassar. Di luar itu, statusnya 'nyaris tak terdengar'.

Walau begitu, kontestan LPI mengaku cukup puas dengan langkah yang ditempuh liga ini. Timo Scheunemann, juru ramu tim Persema Malang, jauh hari sudah yakin LPI tak akan berlanjut. Nyatanya dia tetap enjoy dan tak ada sedikit pun penyesalan walau baru berstatus runner up.

Baginya, yang paling penting adalah kenyamanan bertanding. Yakni menjalani kompetisi tanpa terganggu urusan wasit yang tak adil atau persoalan di luar fair play lainnya. "Kalau kompetisi berjalan profesional, pemain dan penonton sama-sama enak," kata Timo.

Maksudnya, "Penonton datang ke lapangan benar-benar mendapat hiburan. Bukan sepakbola dagelan yang bikin geregetan. Asalkan kompetisi yang baru nanti bisa profesional, saya pikir LPI dihentikan pun tak ada yang keberatan."

Ia justru senang karena tidak akan ada lagi dikotomi tim ISL atau LPI karena semua akan berstatus sama lagi. Walau Persema belum tentu bisa menjadi runner up di kompetisi baru, Timo masih menyimpan optimisme tinggi dengan adanya jaminan fair play.

Kesimpulannya, LPI saat ini memang sedang memanen hasil jerih payahnya sejak dideklarasikan 24 Oktober 2010 di Semarang. Terlepas dari kontroversi yang senantiasa mengiringi, skenario yang disusun benar-benar happy ending. Minimal untuk mereka yang selama ini menjadi penganutnya. (Kukuh Setiawan)

Klub LPI Tak Bisa Langsung Ke Liga Profesional Tertinggi



- Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC menegaskan klub-klub yang bisa berlaga di liga profesional kasta tertinggi harus memenuhi lima syarat utama yaitu, aspek hukum, keuangan, infrastruktur, personel dan sporting.
Jika mengacu pada ketentuan itu, hanya ada enam klub dari Liga Super Indonesia yang memenuhi syarat. Presentasi mengenai persyaratan klub profesional dan format kompetisi disampaikan oleh Direktur Kompetisi AFC Suzuki Tokuaki dan empat rekanya.
"AFC sudah menjelaskan bagaimana syarat-syarat klub profesional. Kalau berdasarkan peraturan AFC, hanya enam klub yang bisa berlaga di liga profesional," ujar Tonny Apriliani anggota Komite Eksekutif PSSI di sela-sela acara Assesment Workshop AFC di Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Tonny menjelaskan, semua klub yang akan masuk liga profesional harus melalui tahapan dari bawah. Klub-klub LPI pun tidak bisa langsung masuk ke liga profesional.
"Semua klub harus melalui tahapan-tahapan menuju profesional. Klub LPI pun saya pikir tidak bisa langsung ke liga profesional," tegas Tonny.
Tonny menilai, saat ini adalah momen terbaik untuk membenahi sistem kompetisi sepak bola Indonesia. Semua klub harus dibuka kondisinya sehingga bisa diketahui kekuranganya dan kemudian dibenahi. Selama ini, klub-klub terlalu diproteksi sehingga tidak tahu apa yang harus dibenahi supaya bisa menjadi klub profesional.

PSSI: Klub LPI Jangan Ngotot Ikut Kompetisi

day, August 13, 2011

Sekretaris jenderal PSSI Tri Goestoro meminta klub-klub Liga Primer Indonesia (LPI) untuk tidak terlalu memaksakan diri untuk masuk ke kompetisi musim depan.
Lahirnya LPI, yang awalnya berdiri tanpa persetujuan PSSI, memunculkan masalah tersendiri bagi PSSI karena otoritas sepak bola nasional itu akhirnya dipaksa untuk mengakomodir klub-klub yang telah terbentuk, agar tidak bubar ditengah jalan.
“Sudah ada MoU (perrjanjian) antara PSSI dan FIFA untuk merangkul LPI. Jadi kita tidak bisa menelantarkan klub-klub ini,” demikian menurut ketua komite konpetisi PSSI Sihar Sitorus beberapa waktu lalu.
Solusi yang diambil PSSI adalah menciptakan sistem kompetisi baru. Namun Tri menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan merupakan peleburan antara LPI dan Liga Super Indonesia (ISL).
“Yang dilebur adalah klub-klubnya. Tetapi tidak bisa langsung disatukan, pasti akan ada prosesnya dulu,” ujar Tri di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (12/8/11). “Tidak bisa dipaksakan harus disatukan. Jika memang nanti tidak ada titik temu, tidak bisa dipaksakan.”
Peleburan yang disarankan PSSI adalah merger antara klub LPI dengan klub-klub dari ISL. Namun hal tersebut juga tidak perlu dipaksakan.
“Jika klub LPI tidak menemukan temen merger. Menurut saya tidak harus pusing dengan status. Mungkin dia bisa melakukan hal-hal lain yang masih berkaitan dengan dunia sepak bola,” saran Tri.

LPI Resmi Tak Ikut Kompetisi

Tuesday, August 16, 2011

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyatakan, klub LPI tidak akan berkompetisi lagi dan hanya klub ISL dan Divisi Utama yang ikut verifikasi.

Klub LPI nantinya dilebur dengan klub ISL atau Divisi Utama, dengan catatan ada kesepakatan antara kedua klub yang ingin dilebur.

"Tugas LPI sudah selesai. Berdasarkan MoU yang telah disepakati, pihak LPI telah setuju menurut dengan PSSI," ujar Djohar di kediaman Arifin Panigoro di jalan Jenggala, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2011).

"Kita ambil contoh, misalnya Bintang Medan dan PSMS Medan telah setuju dilebur. Nanti dari segi legalitas dan finansial, pakai Bintang Medan, namun tetap menggunakan nama PSMS Medan sebagai nama klub," terangnya.

Pihak PSSI juga saat ini siap mencarikan klub dan mengakomodir klub yang ingin melebur, baik dari pihak LPI maupun ISL dan Divisi Utama.

Sementara itu, untuk kontrak para pemain LPI sendiri, hal itu akan diselesaikan oleh konsorsium LPI.

"Pemain dan pengurus sebaiknya bisa mengerti dengan putusan yang telah ditetapkan. Para pemain dan pengurus akan diprioritaskan masuk klub yang telah dimerjer," ujar CEO LPI, Wijayanto.

"Sejauh ini kami masih berkomunikasi dengan klub-klub yang ingin melebur, dan sejauh ini penerimaannya bagus," tandasnya.

Persiraja Enggan Pakai Nama Klub LPI

Tuesday, August 16, 2011

Manajemen Persiraja berniat merger dengan klub asal Liga Primer Indonesia (LPI), Aceh United. Namun klub asal Nangroe Aceh Darussalam itu akan tetap menggunakan nama Persiraja pada kompetisi musim depan.

Menurut Sekretaris Umum Persiraja, Atqia Abubakar, pihaknya akan bertemu dengan pengelola Aceh United, Jumat, 19 Agustus 2011. Mereka akan duduk bersama untuk menentukan keputusan final terkait wacana merger.

"Persiraja akan melakukan peleburan dengan Aceh United. Nama yang dipakai nanti tetap Persiraja," kata Atqia saat dihubungi , Selasa, 16 Agustus 2011.
Persiraja merupakan tim promosi dari Divisi Utama yang sejatinya akan berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Namun karena PSSI merombak total sistem kompetisi nasional, Persiraja harus memulai perjuangan dari nol lagi.
Sama halnya dengan Divisi Utama dan ISL lainnya, Persiraja harus memenuhi lima aspek yang diminta PSSI untuk menjadi tim profesional. Masing-masing adalah legal, supporting, finansial, administrasi, dan infrastruktur.
Seluruh dokumen harus dipenuhi paling lambat 22 Agustus 2011. Selanjutnya PSSI akan melakukan verifikasi sebelum diumumkan 25 Agustus 2011.
Meski demikian, Persiraja menilai keputusan merger dengan Aceh United tidak akan merugikan timnya karena yang bergabung hanya manajemen saja. Menurut Atqia saat ini pihaknya sedang melakukan rekrutmen pemain. Persiraja akan membuka pintu bagi pemain Aceh United yang dianggap layak untuk tampil.

"Kita lihat dari sisi positifnya saja. Nanti Persiraja dan Aceh United yang bergabung hanya manajemennya saja. Ada hal-hal baik yang bisa digabungkan," ujar Atqia.

Wacana merger menjadi satu-satunya cara bagi klub-klub Liga Primer Indonesia (LPI) untuk tetap eksis di kompetisi nasional. Pasalnya, PSSI telah resmi membubarkan liga yang berusia setengah musim tersebut.

Pembubaran LPI disampaikan ketum PSSI, Djohar Arifin, Senin, 15 Agustus 2011. Menurut Djohar, tugas LPI telah selesai dan diperkenankan untuk melebur dengan tim Divisi Utama atau Liga Super Indonesia (ISL).

Atqia menilai Persiraja sebenarnya sudah siap mengikuti kompetisi profesional musim depan. Namun, dirinya masih keberatan dengan syarat deposit sebesar Rp 5 miliar.

"Dana Rp 5 miliar itu perlu dikaji lagi. Itu masih perlu proses dan sangat berat untuk beberapa klub. Syarat memang harus dibuat, namun jangan sampai memberatkan klub. Biarkan saja semua berproses seperti air mengalir,” urai Atqia.

Atqia juga meminta agar pemerintah ikut membantu klub dalam mencari dana pasca dilarangnya penggunaan dana APBD. Sebab menurutnya, kompetisi yang diikuti oleh berbagai klub akan tetap bermuara pada tim nasional.

"Kompetisi itu kan untuk menciptakan timnas yang bagus. Tak ada timnas jika tak ada kompetisi, semua kompetisi muaranya untuk timnas. Maka dari itu pemerintah seharusnya ikut memfasilitasi tim-tim sehingga muncul bibit-bibit yang baik untuk timnas,” pungkas Atqia.

Distop PSSI, Pengurus LPI Langsung Lepas Tangan?

Wednesday, August 17, 2011

Setelah dinyatakan berhenti oleh ketua umum PSSI Johar Arifin, pengurus Liga Primer Indonesia langsung meninggalkan begitu saja liga tersebut, tanpa adanya penghargaan bagi para pesertanya.
Kepala Kompetisi LPI, Hendriyana mengungkapkan bahwa hingga kini LPI tidak memiliki agenda untuk melakukan seremoni penutupan, apalagi penghargaan kepada tim yang berada di puncak klasemen maupun gelar pemain terbaik maupun pencetak gol terbanyak.
LPI, yang menghebohkan sepak bola nasional dengan klaimnya sebagai liga profesional dan lebih baik daripada liga gelaran PSSI sendiri saat itu, akhirnya berhenti tanpa sempat menyelesaikan musim perdananya.
"Belum dibicarakan dalam level manajemen LPI. Kami sebelum dan saat ini masih terfokus pada kompetisi berikutnya," katanya, Selasa (16/8/2011) siang.
Untuk daftar top skor sementara, ada tiga nama yang bersaing, yakni Fernando Soler (Real Mataram), Juan Manuel Cortez (Batavia Union) dan Abdelhadi Laakkad (Medan Chiefs). Ketiganya sama-sama mengoleksi 13 gol.
Begitu juga ketika ditanya apakah LPI akan mengadakan upacara penutupan. "Internal mungkin ada, tetapi dengan skop yang besar belum ada pembicaraan," tutupnya.
Berbagai penyimpangan terhadap peraturan PSSI yang berlaku membuat PSSI sendiri kesulitan mengakomodir liga yang dicap sebagai liga sempalan oleh FIFA tersebut. Induk sepak bola nasional itu akhirnya memilih menghentikan LPI.
Nasib klub-klub LPI, terutama para pemain pun terkatung-katung. Belum ada kejelasan mengenai nasib mereka. Kini ketua umum berusaha menyelematkan mereka dengan membujuk klub-klub Liga Indonesia untuk merger dengan klub-klub LPI.[yob]

Deltras Rekrut Top Skor LPI

Thursday, August 18, 2011

Deltras terus berbenah menyambut kompetisi musim anyar nanti. Terbaru, The Lobster dipastikan mengikat top skor Liga Primer Indonesia (LPI) asal klub Medan Chiefs, Abdelhadi Laakkad.

Tak hanya Laakkad, Deltras menambah aroma Medan Chiefs dengan mengikat gelandang muda asal Perancis, Kevin Yann. Kedua pemain ini boyongan bersama pelatih kepala Deltras saat ini, Jorg Peter Steinebruner.

Kepastian merekrut dua pemain Medan Chiefs itu dibenarkan oleh Sekretaris Deltras, Ahmad Zaini. "Ya, kita sudah kontrak mereka," ucapnya singkat, Kamis (18/8/2011) sore tadi.

Laakkad adalah striker asal Maroko kelahiran 27 April 1977 silam. Pemain berambut keriting ini menyumbangkan 13 gol selama berbaju Medan Chiefs. Ia bersama dua pemain asing lainnya, Fernando Soler (Real Mataram) dan Juan Manuel Cortez (Batavia Union) menjadi top skor LPI dengan 13 gol.

Sedangkan Kevin adalah gelandang muda kelahiran Quimper, Perancis, 11 September 1989 silam. Ia berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia pernah bermain di Liga Singapura bersama Etoile FC.

"Mudah-mudahan mereka berdua bisa membawa Deltras lebih baik musim depan," harap Zaini. Setelah mengikat dua pemain asing ini, dalam waktu dekat, The Lobster dipastikan mendapatkan tanda tangan gelandang asal Brasil, Danilo Fernando. [sya/but]

Nama dan Logo LPI Dipatenkan Jadi Liga Profesional?

Friday, August 26, 2011

Masuknya orang-orang Liga Primer Indonesia (LPI) dalam kepengurusan PSSI pasca terpilihnya Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum, benar-benar sarat akan aroma kompetisi yang digagas Arifin Panigoro itu.

Bahkan yang kabar terbaru, nama Liga Profesional yang akan digelar PSSI sesuai standar AFC dan FIFA, juga akan menggunakan nama Liga Primer Indonesia.

"Tunggu saja, namanya hampir pasti Liga Primer Indonesia," kata salah satu sumber yang tidak ingin disebut namanya, Jumat (26/8/2011).

Sedangkan kenapa menggunakan nama Liga Primer Indonesia, hal itu kabarnya juga terkait dengan sponsor LPI sebelumnya yang sudah menggelontorkan dana besar.

"Karena, pihak sponsor LPI itu masih akan mengucurkan dananya jika nama dan logo LPI masih dipakai," kata sumber tersebut. [kun]

FIFA-AFC akan Dipertemukan dengan LSI-LPI

Tuesday, August 2, 2011

Klub-klub di Indonesia akan mendapat penilaian resmi dari FIFA dan AFC. Penilaian akan menyangkut manajemen serta profesionalisme klub di Indonesia. Penilaian ini berlaku bagi klub LSI dan Divisi Utama. Sedangkan klub LPI akan mendapat penilaian langsung dari PSSI .

"Jadi asssesment itu tidak akan dicampurkan. Akan dilakukan terpisah antara LSI dan LPI," kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin kepada sejumlah wartawan, Selasa (2/8).

FIFA dan AFC tidak memberikan penilaian terhadap klub LPI dikarenakan masih menunggu status resmi dari liga yang baru dibentuk setahun lalu itu. Selain penilaian klub, PSSI juga akan menggelar workshop sepak bola yang akan mempertemukan klub LSI dan LPI dengan FIFA dan AFC.

Pertemuan itu untuk mensosialisasikan bagaimana konsep ideal klub dan kompetisi profesional. Pertemuan ini diharapkan PSSI akan menghasilkan solusi menyangkut polemik sistem sepak bola nasional.

"Semua klub profesional diharapkan hadir, namanya juga workshop. LSI, siapa saja boleh hadir sehingga ke depan pengelola klub profesional. Apa yang diinginkan AFC dan FIFA akan disosialisasikan dalam workshop ini," tuturnya.

Dia mengharapkan setiap klub datang agar memahami bagaimana cara menjalankan klub dengan baik. Di pertemuan ini juga memungkinkan bagi tiap klub mempertimbangkan rencana ke depan, termasuk kemungkinan melebur klub LPI dengan LSI.

Djohar mengatakan, enam orang delegasi AFC telah tiba dengan dipimpin oleh Direktur Kompetisi AFC dari Jepang, Tokuaki Suzuki. FIFA juga akan mengirim perwakilannya dalam pertemuan ini.

"Sebelumnya kami telah membicarakan juga masalah ini dengan Wakil Presiden FIFA, Prince Ali. Hari Jumat lalu, kami juga bertemu dengan Presiden AFC. Minggunya kami rapat dengan AFF," ujar Djohar seraya mengungkapkan harapan otoritas sepak bola internasional yang ingin dualisme kompetisi segera berakhir.

Dalam acara workshop ini akan dibahas mengenai modernisasi kompetisi. Manajemen klub dan pembinaan usia muda jadi perhatian serius dalam pembekalan yang direncanakan berelangsung dalam satu hari penuh itu. "Jadi kita tidak perlu ketinggalan dengan negara-negara lain dalam hal kompetisi," tandasnya. Workshop rencananya akan digelar mulai hari ini hingg Rabu (3/8).

PSSI Turunkan Deposit Dari Rp 5 Miliar Jadi Rp 3 Miliar

Thursday, August 25, 2011

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) melunak soal syarat deposit klub-klub Liga Profesional musim depan. Kini, nilai deposit diturunkan dari Rp 5 miliar menjadi Rp 3 miliar untuk Liga Profesional Level Satu.
Adapun untuk Level Dua, dana deposit menjadi ditiadakan. Sebelumnya, PSSI memberikan syarat ketat soal dana deposit. Dana sebesar Rp 5 miliar untuk level satu dan Rp 2 miliar untuk level dua harus disetorkan klub-klub paling lambat pada Selasa (23/8/2011) lalu.
Namun, kenyataanya hanya ada dua klub, yakni Pro Duta dan Madiun Putra, yang memenuhi kewajiban tersebut. "Pertama, respon daripada klub profesional level satu sangat rendah. Boleh dikatakan tidak ada karena yang memasukkan bank garansi atau deposit itu datang dari klub di bawah level tertinggi. Kami juga mendengar daripada klub bahwa mereka mengalami kesulitan sehingga Komite Kompetisi merevisi peraturan ini," jelas Sihar di kantor PSSI, Kamis (25/8/2011).
"Esensi dari deposit partisipasi ini adalah bekal bagi PSSI dalam berargumentasi, bernegosiasi dengan AFC terkait dengan tidak adanya financial audit daripada klub. Oleh karena itu, sebagai ganti deposit partisipasi langsung dari klub tersebut, PSSI dan penyelenggara liga mencoba mencarikan solusi yang terbaik bagi semua pihak. Kami memutuskan untuk memikul beban ini."
Sihar mengatakan, klub-klub di level satu tidak akan langsung diwajibkan untuk membayar dana Rp 3 miliar. Dana ini nantinya akan diambil PSSI dari sponsor liga musim depan.
"Dengan catatan kami keluarkan Promissory Note (surat hutang) kepada klub. Di situ artinya bahwa klub diberikan jaminan dan jaminan ini baru bisa dibayarkan ketika liga mempunyai sponsor. Dan, ketika bagi hasil dari nilai sponsor ini dibagikan kepada klub. Dengan demikian, untuk tahap awal klub bisa konsentrasi untuk mengontrak pemain, pelatih, dan merencanakan strategi untuk mengikuti kompetisi," terangnya.
"Kami dari PSSI tetap ingin klub itu berkompetisi di level tertinggi di Asia. Jadi, inilah upaya kita untuk meyakinkan kepada AFC bahwa klub itu layak secara komersial dan finansial," pungkas Sihar.

TV Swasta Malaysia Tertarik Menyiarkan Liga Indonesia

Dua stasiun televisi swasta Malaysia berencana menyiarkan kompetisi Liga Prima Indonesia pada musim depan.

`TV Malaysia sudah datang kepada kami. Mereka akan menyiarkannya di Malaysia saja. Yang dikejar tiga juta penduduk Indonesia di Malaysia. Prinsipnya kami tertarik,` jelas Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin.

CEO Liga Prima Indonesia, Widjajanto mengatakan, kedua stasiun televisi Malaysia itu merupakan televisi berbayar. Namun, Widjajanto menyatakan pihaknya masih mempelajari nilai kontrak kedua televisi swasta Malaysia tersebut.

`Secara prinsip kami tertarik. Namun nilainya lagi dihitung oleh divisi marketing. Kedua stasiun tersebut baru tetapi guest customer mereka mempunyai lima juta audience,` ungkap Widjajanto.

Terkait sponsor kompetisi, Widjajanto mengaku telah menggelar tender sponsor kompetisi baik di level I maupun II. Menurutnya, ada tujuh perusahan global yang menyatakan berminat mensponsori kompetisi musim depan. Rencananya, ketujuh perusahaan itu akan melakukan presentasi pada 13 September mendatang.

`Yang pasti tidak ada perusahaan rokok. Kami akan mengumumkan sponsor resmi kompetisi pada 15 September,` papar Widjajanto.

Liga Baru Gabungan LPI dan ISL Dimulai Oktober

Thursday, July 14, 2011

Komisaris Persebaya 1927, Saleh Ismail Mukadar, memastikan Liga Primer Indonesia (LPI) segera dibubarkan. Artinya, putaran kedua LPI tidak akan dilanjutkan. Sebagai gantinya, PSSI segera membentuk liga baru untuk penggabungan LPI dan ISL. "Pasti (LPI) dihentikan. FIFA melarang ada dua liga dalam satu negara," kata Saleh ketika ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Inderapura, Surabaya, Kamis, 14 Juli 2011. Proses penggabungan, kata Saleh yang juga penggagas LPI, saat ini sedang dalam pembahasan. Hanya saja untuk penggabungan ini, klub yang berlaga dalam ISL mengalami kesulitan karena mayoritas mereka belum berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Namun, bagi daerah yang telah memiliki klub yang sudah berbentuk PT, maka penggabungan akan mudah dilakukan. Misalnya Persipura akan digabung dengan Cendrawasih FC, kemudian Semen Padang dengan Kabau Padang, Jakarta FC dengan Persija, Batavia Union dengan Persitara, Persib dengan Bandung FC, dan PSB dengan Bogoraya. Tanpa penggabungan, klub sebenarnya masih bisa berdiri sendiri asalkan mereka segera membentuk PT. Namun, proses pembentukan PT ini sedikit sulit karena memerlukan pendanaan yang besar, sedangkan klub sepak bola tidak bisa lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD. Meski sedikit rumit, namun Saleh optimistis liga baru gabungan dari ISL dan LPI akan segera digulirkan pada Oktober 2011 mendatang. "PSSI sedang bekerja keras. Targetnya Oktober liga baru sudah bisa dimulai," kata Saleh. FATKHURROHMAN TAUFIQ